Bisnis Benih Sayuran “Growspace” Untuk Mendukung Kegiatan Berkebun Sebagai Gaya Hidup Menuju Ketahanan Pangan Mandiri Keluarga

 

Usaha penjualan benih tanaman merupakan usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan pada masa saat ini. Dikarenakan saat ini banyak orang menjadikan berkebun sebagai trend dan bagian dari gaya hidup, saat ini berkebun tidak hanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan saja, namun masyarakat perkotaan saat ini juga memiliki minat untuk berkebun dilahan sempit yang mereka miliki atau biasa dikenal dengan urban farming. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, banyak orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Hal yang paling ingin dilakukan adalah hobi baru untuk mengatasi kebosanan dan megisi waktu luang. berkebun di pekarangan bisa menjadi solusi pangan keluarga, apalagi dengan susahnya memperoleh sayuran yang sehat dan terasa aman dalam konsumsinya. Sayur mayur yang dipanen tentunya lebih higienis dengan menanam sendiri sayuran untuk konsumsi keluarga juga memberi rasa aman, karena jelas sumbernya dari kebun sendiri. Untuk itu, alasan kami memulai bisnis penjualan benih sayur adalah mendukung berkebun sebagai gaya hidup menuju ketahanan pangan mandiri keluarga.

Yang lebih penting lagi adalah berkebun tanaman pangan yaitu sayuran, buah-buahan dan atau tanaman herbal dimana tanaman yang ditanam ini juga akan dikonsumsi sendiri atau untuk keluarga, sehingga akan mendapatkan makanan sayuran dari hasil berkebun sendiri (grow your own food). Dan dikarenakan berkebun untuk pangan keluarga sendiri, pasti tidak menggunakan pestisida berbahan kimia yang berlebihan, sehingga makanan yang dikonsumsi jauh lebih sehat daripada belanja sayuran dari pasar atau mall atau tempat-tempat lainnya.

Dengan menghasilkan pangan secara mandiri dari hunian/lahan masing-masing, secara tidak langsung seseorang sudah mempunyai ketahanan pangan (food security) di skala kecil (keluarga). Ketahanan pangan inilah yang sebenarnya merupakan visi jangka panjang yang ingin dicapai di masa mendatang yang memiliki kemungkinan mengalami krisis pangan diakibatkan semakin tergerusnya lahan-lahan pertanian, dan mayoritas dari generasi muda (termasuk anak-anak petani) yang tidak mau menjadi petani. Di masa mendatang kemungkinan besar akan terancam krisis pangan dimana akan sulit mendapatkan sumber makanan. Untuk mengantisipasinya ketahanan pangan dari skala keluarga itulah yang kita harapkan bisa dimulai dari sekarang dan semoga bisa juga menularkan kesadaran berlingkungan dan berkebun agar masyarakat sudah mulai punya kesadaran ini sejak dini sehingga mereka akan siap nantinya di masa mendatang.

Di masa-masa yang sedang terbatas itulah akhirnya banyak orang yang secara sadar dan kreatif untuk memulai gaya hidup sehat dengan cara berkebun pangan di rumahnya masing-masing. Dan masa karantina inilah juga yang mencerminkan kira-kira dunia di masa mendatang, dimana sumber makanan akan terbatas dan akses untuk sumber makanan menjadi sulit sehingga manusia mulai sadar untuk mempunyai ketahanan pangan secara mandiri. Jadi semoga apa yang saat ini terjadi dan sudah banyak orang-orang yang melakukan berkebun di rumah masing-masing menjadi inspirasi dan pelajaran ke depannya agar mereka tetap konsisten dan sustain untuk melakukan aktivitas berkebun walaupun nantinya wabah ini sudah mereda dan orang-orang sudah bebas melakukan aktivitas lagi di mas “New Normal” nantinya.


Harapannya tren berkebun dapat erus berlanjut setelah pandemi usai. Karena menanam bukanlah lagi tanggung jawab petani atau menunggu distribusi dari desa ke kota, tapi semua orang bisa berperan melengkapi. Sehingga jika ada kekurangan pasukan karena ketika pandemi misalnya, atau ketika harga beberapa komoditi menjadi langka dan mahal, kita tidak khawatir karena tersedia. Peran anak muda yang suka berkebun juga sangat penting sebagai role model  tentang berkebun  yang fun, gaya dan pasti banyak ditiru.


Hanya terkait dengan kecenderungan atau tren, sebaiknya juga dibarengi dengan keinginan belajar yang kuat untuk menghasilkan sayuran sehat dengan baik. Banyak kelas-kelas online yang mengajarkan hal tersebut. Dengan ilmu menanam yang cukup, pemilihan benih tanaman yang baik, kegagalan menanam bisa dihindari. Jika berhasil, keinginan menanam akan semakin tinggi bahkan sustain. 


Dan meski nanti pandemi telah berakhir, aktifitas kembali seperti semula, tanaman harus tetap dirawat, tidak mubazir dan malah menjadikan gaya hidup yang berkelanjutan. Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk menyadari kedaulatan pangan secara mandiri. Mencukupi Sebagian pangan dari kebun bukanlah hal yang sulit. Beberapa tanaman bahkan ada yang bisa panen dalam waktu 7 hari (microgreen), 21 hari (kangkung, bayam), 1,5 bulan, 3 bulan dll. Beberapa jenis sayuran banyak yang bisa tumbuh dan dipanen rutin bertahun-tahun. Jika hal ini diketahui, peran petani dan pemerintah akan sangat terbantu.


Untuk pemula dapat memulai berkebun dari tanaman apa yang paling mudah dikelola, saat ini pun benih tanaman dapat dibeli secara online, dimana saat ini sudah banyak sekali penjual benih sayuran di e-commerce salah satunya adala “Growspace” yakni ecommerce yang menyediakan berbagai benih sayuran, kemudian kegiatan berkebun dapat dimulai dari mempersiapkan tanah, kompos, sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 sebagai media tanam subur, lalu pot jika tidak ada lahan dan benih-benih sayuran. Bayam dan kangkung adalah yang paling mudah dan cepat. 21 hari sd 1 bulan sudah bisa dipanen. Cocok untuk penanam pemula yang belum sabaran menunggu masa panen yang lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRATEGI PEMASARAN PRODUK BERAS MERAH ORGANIK