Bauran Pemasaran (Produk)
Pengertian Produk
• Produk dalam arti sempit merupakan sekumpulan sifat fisik dan kimia yang berwujud yang dihimpun dalam suatu bentuk serupa dan yang telah dikenal.• Produk dalam arti luas merupakan sekelompok sifat yang berwujud dan tidak berwujud yang didalamnya tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan yang diberikan konsumen dan pengecer yang dapat diterima konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen.
• Pengertian produk secara umum yaitu segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Jenis-Jenis Produk
Secara umum terdapat 2 jenis produk yaitu produk konsumsi dan produk industri.
Produk Konsumsi
Produk konsumsi adalah produk yang dipakai oleh konsumen akhir. Dalam hal ini, produk yang dibeli akan dikonsumsi atau diguankan langsung dan tidak dijual maupun dibisniskan kembali oleh orang yang bersangkutan.
Produk Industri
Produk Industri adalah produk yang sengaja dibeli sebagai bahan baku maupun sebagai barang yang diperdagangkan kembali oleh pembelinya. Dalam hal ini, produk yang dibeli akan dibuat menjadi produk lain maupan dijual kembali dengan tujuan mencari keuntungan.
Berdasarkan Wujud
Berdasarkan wujudnya, produk diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: Barang dan Jasa.
Barang adalah produk yang berwujud fisik, sehingga dapat dilihat, diraba, disetuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakukan fisik lainnya.
Jasa adalah aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contoh produk berupa jasa diantaranya seperti salon, hotel dan lain sebagainya.
Strategi Pemasaran Produk
Segmentasi Market
Lakukan klasifikasi market terlebih dahulu, karena setiap orang pasti memiliki kebutuhan yang berbeda. Klasifikasi yang bersifat heterogen ini menjadi satu-satuan pasar yang bersifat homogen.
Positioning Market
Tentukan pola konsumen yang spesifik. Pola ini dibuat agar mendapatkan posisi kuat dalam market yakni segmen yang bisa menguntungkan bisnis. Hal ini karena tidak ada perusahaan yang bisa menguasai keseluruhan pasar.
Market Entry Strategy
Strategi pemasan ini adalah strategi agar perusahaan bisa masuk pada segmen pasar tertentu. Cara yang bisa dilakukan:
Membeli Perusahaan Lain
Internal Development
Kerjasama Dengan Perusahaan Lain
Marketing Mix Strategy
Marketing mix merupakan kumpulan dari banyak variable yang digunakan perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan konsumen. Variable pada marketing mix:
Product
Price
Place
Promotion
Participant
Process
People Physical Evidence
Timing Strategy
Strategi pemasaran produk lainnya adalah dengan pemilihan waktu yang tepat. Perlu melakukan beberapa persiapan di bidang produksi dan menentukan waktu yang tepat untuk mendistribusiakan produk ke pasar.
Pengertian Jasa
Jasa merupakan tindakan atau kegiatan yang mencakup semua aktivitas yang output nya berupa kinerja (hasil) yang diterima oleh pelanggan atau konsumen. Dimana antara pelanggan atau konsumen dan produsen (pihak pemberi jasa) mempunyai keterkaitan satu sama lain, hal tersebut dapat terlihat dalam nilai tambah value yang diberikan oleh produsen (pihak pemberi jasa) kepada pelanggan atau konsumen dalam bentuk kenyamanan, hiburan kecepatan dan kesehatan.
pemasaran jasa adalah setiap tindakan yang ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun.
Jenis - Jenis Pemasaran Jasa
a. Segmen pasar
Berdasarkan pada segmen pasar, jasa dapat dibedakan menjadi jasa kepada konsumen akhir (misalnya asuransi jiwa dan pendidikan) dan jasa kepada organisasi misalnya jasa akuntansi dan perpajakan, jasa konsultasi manajemen dan jasa konsultan hukum.
b. Tingkat Keberwujudan
Kriteria ini berhubungan dengan tingkat keterlibatan produk fisik dengan konsumen. Berdasarkan kriteria tersebut jasa dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut:
Rented goods service. Dalam jenis ini konsumen hanya menyewa dan menggunakan produk-produk tertentu, berdasarkan tarif tertentu dan selama jangka waktu tertentu. Misalnya penyewaan mobil, VCD, hotel, villa, apartemen, dll.
Owned goods service. Barang-barang yang dimiliki konsumen direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan, dan dipelihara oleh perusahaan jasa. Jenis ini juga menyangkut perubahan bentuk barang yang dimiliki oleh konsumen. Contohnya jasa reparasi (arloji, sepeda motor, komputer, pencucian mobil, perawatan, rumput lapangan golf, laundri, dll) .
Non goods service. Jasa ini adalah jasa personal bersifat intangible yang ditawarkan pada konsumen. Misalnya supir, pengasuh bayi, dosen, tutor, pemandu wisata, ahli kecantikan, dan lain-lain.
c. Keterampilan Penyedia Jasa
Berdasarkan tingkat keterampilan jasa terdiri dari jasa profesional (misalnya konsultan manajemen, konsultan pajak, konsultan hukum, dokter, perawat, arsitek, dan lain-lain) yang memiliki pelanggan yang selektif dan jasa non-profesional (misalnya supir taksi dan security).
Strategi Pemasaran Jasa
Menurut Kotler dan Amstrong (2008:293), perusahaan jasa yang baik perlu menggunakan strategi pemasaran untuk memposisikan diri secara kuat dalam pasar sasaran terpilih yaitu sebagai berikut:
a. Rantai Laba-Jasa
Dalam bisnis jasa, pelanggan dan karyawan jasa lini depan berinteraksi untuk menciptakan jasa. Hasilnya, interaksi efektif bergantung pada keahlian karyawan jasa lini depan dan proses pendukung yang menyokong karyawan-karyawan ini. Oleh karena itu perusahaan jasa harus memusatkan perhatian pada keduanya, pelanggan dan karyawan, agar berhasil. Perusahaan jasa memahami rantai laba-rugi (service-profit chain), yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.
b. Mengelola Diferensiasi Jasa
Perusahaan jasa bisa mendiferensiasikan hantaran jasa mereka dengan memiliki orang yang berhubungan langsung dengan pelanggan yang lebih mampu dan dapat dihandalkan, melalui pengembangan lingkungan fisik yang baik dimana produk jasa dihantarkan atau dengan merancang proses penghantaran yang baik.
c. Mengelola Kualitas Jasa
Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya dengan menghantarkan kualitas yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan pesaingnya, dimana penyedia jasa harus mengidentifikasi apa yang diharapkan pelanggan sasaran terhadap kualitas jasa.
d. Mengelola Produktivitas Jasa
Dengan biaya yang meningkat cepat, perusahaan jasa mendapat tekanan besar untuk meningkatkan produktivitas jasa. Hal ini dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti melatih karyawan lama dengan lebih baik atau mempekerjakan karyawan baru yang akan bekerja lebih keras atau lebih terampil, meningkatkan kuantitas jasa mereka dengan mengurangi sejumlah kualitas jasa, juga dapat mengindustrialisasi jasa dengan menambahkan perlengkapan dan menetapkan standar produksi, dan yang terakhir, penyedia jasa bisa mempergunakan kekuatan teknologi
Studi Kasus
ANALISIS PEMASARAN BAYAM
(STUDI KASUS: DESA KUTA TUALAH, KECAMATAN NAMORAMBE,
KABUPATEN DELI SERDANG)
Oleh Donny Ivan Samuel Simatupang
Tahun 2016
Pemasaran hasil pertanian adalah proses
distribusi hasil pertanian mulai dari petani
sampai kepada konsumen. Proses pemasaran dan alaur yang tepat akan berdampak pada keuntungan yang baik bagi petani, sehingga petani berhasil dalam usahataninya. Pada umumnya petani lebih suka menjual hasil panennya kepada pedagang atau pengumpul karena lebih mudah, mereka mendatangi petani pada saat panen, sehingga tidak perlu membawa ke pasar.
Masalah yang terjadi di daerah penelitian
adalah terjadinya perbedaan harga ditingkat petani bayam ke pedagang ataupun ke konsumen. Perbedaan harga tersebut terjadi akibat biaya yang dikeluarkan maupun keuntungan pada setiap pedagang yang terlibat. Masalah yang terjadi merupakan hal yang kompleks maka peneliti ingin mengetahui sistem tataniaga bayam yang terjadi di Desa Kuta tualah, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai pemasaran dan efisiensi pemasaran bayam yang terdapat di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan mengenai saluran tataniaga bayam
di daerah penelitian, maka diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1.Saluran tataniaga bayam di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang terdiri dari dua, yaitu:
Petani --> Pedagang Pengumpul --> Pedagang Pengecer --> Konsumen.
Petani -->Pedagang Pengecer --> Konsumen di Medan.
Petani Pedagang Pengecer --> Konsumen di Deli Tua.
2. Biaya tataniaga pada saluran tataniaga (1) lebih besar dibandingkan biaya tataniaga pada saluran tataniaga (2).
3. Tingkat efisiensi saluran tataniaga (2) lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat efisiensi saluran tataniaga (1).
Komentar
Posting Komentar