PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN USAHA FREYA MASK
PRODUKSI
DAN PROYEKSI KEUANGAN USAHA FREYA MASK
Produksi merupakan suatu kegiatan yang
dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru
sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna
suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan
kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya
dinamakan produksi barang.
Faktor produksi adalah sumber daya yang
digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor
produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga
kerja, modal,
sumber daya alam, dan kewirausahaan.
Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi
seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan
oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical
resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi
sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di
era globalisasi
ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai
faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital),
sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship),
dan sumber daya informasi (information resources).
Alur proses produksi re-seller masker organik (freya mask)
·
Pembuatan logo
·
Pembelian produk (masker organik)
·
Cetak logo
·
Menempelkan logo pada kemasan
·
Produk siap dijual
Biaya produksi atau dalam istilah
Bahasa inggris disebut Cost of Production merupakan biaya yang muncul
dari suatu proses produksi dalam perusahaan manufaktur yang membuat barang dan
jasa untuk dijual kembali. Biaya produksi sangat penting, terutama dalam
pelaporan keuangan perusahaan. Dalam akuntansi
biaya, Anda akan menemukan bahwa biaya produksi ini merupakan komponen yang
masuk dalam
laporan laba rugi atau Income Statement. Biaya produksi ini akan
memudahkan seorang manajer dalam mengambil keputusan yang krusial, agar bisa
mengoptimalkan bisnisnya.Contoh biaya produksi dapat ditentukan nominalnya dengan memperhatikan beberapa unsur-unsur dari biaya produksi tersebut. 3 Unsur-unsur tersebut seperti:
- Biaya material langsung, biaya bahan baku yang bersentuhan langsung dengan produksi. Seperti biji kopi, air, gula untuk menjadi sebuah kopi, merupakan biaya material langsung
- Biaya tenaga kerja langsung, merupakan biaya untuk asuransi, tunjangan dan upah kepada pegawai yang terlibat dalam proses produksi
- Biaya overhead pabrik, merupakan biaya secara tidak langsung yang berkaitan dengan aktifitas pabrik dalam memproduksi suatu produk. BOP ini meliputi biaya material tidak langsung dan biaya kerja tidak langsung.
Biaya
Operasional adalah operating expenses yaitu biaya berupa pengeluaran
uang untuk
melaksanakan kegiatan pokok, yaitu berupa biaya penjualan dan administrasi
untuk memperoleh pendapatan,
tidak termasuk pengeluaran yang telah diperhitungkan dalam harga pokok
penjualan dan penyusutan.
Agar pengusaha tidak rugi, maka da jumlah minimal yang harus terjual setiap
bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break
Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi
juga belum mendapatkan keuntungan.
Berikut ini adalah contoh proyeksi keuangan dalam
usaha masker organik :
Biaya produksi
Biaya Produksi
|
Bahan
|
Jumlah
|
Merek/Nama Toko
/Nama Penjual
|
Harga
|
|
Biaya Bahan Baku Langsung
(BBBL)
|
Masker
Organik
|
100
|
Shopee
|
500000
|
|
TOTAL
|
(A)
500000
|
||||
Biaya Produksi
|
Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan
|
Biaya per orang
|
Total BTKL yang harus
dibayar
|
||
Biaya Tenaga Kerja Langsung
|
3
|
5000
|
(B)
15000
|
||
Biaya Produksi
|
Bahan
|
Jumlah
|
Harga
|
Biaya Pendukung
|
Bensin
|
2
liter
|
20.000
|
Total
|
(c) 20.000
|
||
Harga
Pokok Produksi (HPP) per unit :
No
|
Biaya
Produksi
|
Jumlah
Biaya
|
||
1
|
Total biaya bahan baku langsung
|
500000
|
||
2
|
Biaya
tenaga kerja langsung
|
15000
|
||
3
|
Biaya pendukung
|
20000
|
||
4 TOTAL BIAYA PRODUKSI (HPP)
|
||||
5
|
Jumlah produk yang
dihasilkan
|
100
|
||
HPP per unit
|
||||
Berapa keuntungan kotor (omzet) produkmu?
ITEM
|
HARGA
|
Harga Jual
|
5350
|
HPP per
Unit
|
8000
|
Keuntungan Kotor Per Unit
|
2650
|
Perkiraan
Biaya Operasional
No
|
Biaya
Operasional
|
Jumlah
|
1
|
Biaya Promosi
|
60000
|
2
|
||
TOTAL
BIAYA OPERASIONAL / BULAN
|
60000
|
|
PERHITUNGAN UNTUK MENUTUP BIAYA
OPERASIONAL
| 60 |
2650
maka harus menjual
sebanyak 23 bungkus untuk menutup
biaya operasional.
|
||||
|
||||
Dengan modal
Rp. 678000 maka akan balik
modal setelah menjual
sebanyak 256 unit.
TARGET PRODUKSI, PENJUALAN, DAN PERKIRAAN LABA KOTOR
Bulan
|
Nama Produk
|
HPP per bungkus
|
Harga Jual per unit
|
Laba Kotor per unit
|
Perkiraan Penjualan dalam satu bulan
|
Perkiraan Laba Kotor dalam satu bulan
|
Januari
|
Masker Organik
|
5350
|
8000
|
2650
|
5 bungkus per hari = 150 bungkus per bulan
|
2650 x 150 = 397500
|
Februari
|
Masker Organik
|
5350
|
8000
|
2650
|
6 bungkus perhari = 180 bungkus per bulan
|
2650 x 180 = 477000
|
Maret
|
Masker Organik
|
5350
|
8000
|
2650
|
7 bungkus perhari = 210 bungkus per bulan
|
2650 x 210 = 556500
|
Jumlah dalam 3 bulan :
|
1.431.000
|
|||||
Ketika
sudah diketahui laba kotor, berapa laba bersihnya?
ITEM
|
BULAN
|
||
Januari
|
Februari
|
Maret
|
|
Perkiraan Laba Kotor
|
397500
|
477000
|
556500
|
60000
|
60000
|
60000
|
|
Perkiraan
Laba Bersih 337500 417000 496500
|
|||

Komentar
Posting Komentar