Petani Adalah Seorang Manajer

Sumber gambar : www.hipwee.com


Petani adalah seorang manajer di lahan mereka sendiri, petani sebagai manajer dituntut mempunyai pengetahuan,  pengalaman dan keterampilan yang memadai agar dapat menyiapkan, memilih dan memutuskan alternatif usaha yang terbaik

Manajemen yang melekat pada tenaga kerja akan sangat menentukan bagaimana kinerjanya dalam menjalankan usahatani. Dengan manajemen yang berbeda meskipun segala input sama akan diperoleh hasil yang berbeda. Dengan kata lain, keberhasilan usahatani sangat bergantung pada upaya dan kemampuan seorang majer (petani). Oleh karena itu, manajemen adalah suatu seni (art) maka sulit untuk mengukurnya.

Manajemen terdiri terdiri atas tiga hal yang saling berkaitan, yaitu manajemen sebagai suatu pekerjaan, manajemen sebagai sumberdaya, dan manajemen sebagai prosedur. 

Jumlah produksi dan keberhasilan suatu usahatani tergantung pada siapa pengelolanya. Seseorang dengan kreativitas tinggi akan lebih mampu mengelola usahatani dengan baik. Seseorang dengan kreativitas tinggi akan lebih mampu mengelola usahatani dengan baik. Dengan kata lain manajemen sebagai sumber daya sangat dipengaruhi oleh pengelolaan usahatani tersebut yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan suatu usahatani. Walaupun sangat sulit untuk diukur masing masing pengelola usahatani mempunyai seni (art) dan pengetahuan serta keterampilan sendiri sendiri dalam mengelola usahataninya. 

Pemahaman prosedur manajemen sangat penting bagi petani terutama dalam pemecahan masalah. Petani sebagai manajer harus benar benar menguasai masalah yang timbul dalam usahataninya. Untuk mengetahui dan memecahkan masalah tersebut ada beberapa tahap yang harus dilalui seorang petani sebagai manajer.
1. Harus benar benar tau akar permasalahannya dan bukan hanya gejala atau kenampakan sesaat saja
2. Mengumpulkan data dan fakta yang ad
3. Mampu megevaluasi dan menemukan alternatif pemecahan masalah.
4. Mampu mengambil keputusan dan bertindak mengatasi permasalahan yang ada.

Keberhasilan usahatani dimulai dari awal yaitu penentuan tijuan dan harapan yang diinginkan karena segala kegiatan harus mengatah pada tujuan tujuan tersebut. Namun yang menjadi masalah hingga saat ini adalah, sering kali petani karena kesibukannya tidak menganggap penting penentuan tujuan. Mereka menganggap mengelola usahatani adalah kewajiban dan pekerjaan mereka sehari hari yang dari dulu hingga saat ini hanya begitu begitu saja, tidak berubah dan tanpa tujuan yang pasti. Dengan demikian untuk mengukur keberhasilan di kemudian hari akan mengalami kesulitan. Padahal jika tujuannya jelas maka dapat mengarahkan dan mengambil keputusan dengan segala kegiatan usahataninya.

Untuk meraih keberhasilan usahatani sangat ditentukan oleh pengambilan keputusan yang berdasar pada tujuan - tunuan usahatani , permasalaham serta kondisi yang jelas, fakta dan data yang aktual, serta analisis yang tepat dan akurat. Kemampuan, pengetahuan keterampilan, dan pengalaman petani yang memadai sangat diperlukan dan sangat menentukan keberhasilan usahataninya

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat.
Terimakasihhh ๐Ÿ˜Š


Nama : Melisa Hayatu Maryam
NIM : 180321100128
Kelas / Prodi : A / Agribisnis

Komentar

  1. Good๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. That's good ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Gak nyesel bacaa, amazing๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat banget soalnya dapat mengubah pandangan seseorang terhadap petani

    BalasHapus
  5. Setuju ๐Ÿค—@laelatus safariyah

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  7. Artikelnya bermanfaat terima kasih ๐Ÿ‘

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRATEGI PEMASARAN PRODUK BERAS MERAH ORGANIK