Pecundang Tuhan
Dipenghujung sujudku
Kala sepertig malam itu
Bibirku bergetar melantunkan asmaMu
Detak nadi semakin cepat melaju
Tanpa sadar, air mata ini sudah mengalir dari kelopak mataku
Aku tak sanggup tuk beralih
Karena terbebani dosa yang berlebih
Kepadamu Tuhanku
Masihkah kau mengasihiku?
Masihkah kau mengampuni dosaku?
Akulah pecundang tuhan di bumi ini
Seperti tanpa dosa melakukan perbuatan keji
Seakan menjadi malaikat yang selalu dalam benar
Padahal yang kulakukan adalah dosa besar
Yang selalu kulakukan tanpa istighfar
Dan hari ini aku sadar
Bahwa aku sudah sangat jauh dariMu
Bahkan aku lupa akan kebesaranMu
Juga, sempat meremehkanMu
Kini yang kurasa hanyalah malu
Akan semua dosaku
Sanggupkah aku menghapusnya satu per satu?
Walau harus ku merangkak demi itu
Tak apa, itu sudah tanggungjawabku
Kala sepertig malam itu
Bibirku bergetar melantunkan asmaMu
Detak nadi semakin cepat melaju
Tanpa sadar, air mata ini sudah mengalir dari kelopak mataku
Aku tak sanggup tuk beralih
Karena terbebani dosa yang berlebih
Kepadamu Tuhanku
Masihkah kau mengasihiku?
Masihkah kau mengampuni dosaku?
Akulah pecundang tuhan di bumi ini
Seperti tanpa dosa melakukan perbuatan keji
Seakan menjadi malaikat yang selalu dalam benar
Padahal yang kulakukan adalah dosa besar
Yang selalu kulakukan tanpa istighfar
Dan hari ini aku sadar
Bahwa aku sudah sangat jauh dariMu
Bahkan aku lupa akan kebesaranMu
Juga, sempat meremehkanMu
Kini yang kurasa hanyalah malu
Akan semua dosaku
Sanggupkah aku menghapusnya satu per satu?
Walau harus ku merangkak demi itu
Tak apa, itu sudah tanggungjawabku
Malam itu,
Di sudut ruang yang sunyi
Komentar
Posting Komentar